Feeds:
Tulisan
Komentar

writing

Kadang-kadang saya iri dengan teman-teman saya sesama blogger yang dengan mudahnya meng-update blog mereka. Bukan, bukan karena saya tidak memiliki waktu luang yang banyak (i have a loooooottttt of spare time indeed), tapi lebih dikarenakan my inability to make new post. Saya tumpul *sigh*. Mandeg. Ga punya ide. Ga punya gagasan. Ga tau gimana cara memulai sebuah tulisan. Ga tau bagaimana cara melanjutkan sebuah tulisan. Ga tau bagaimana mengakhiri sebuah tulisan.

Kadang-kadang begitu banyak ide yang melintas, tapi saya ga tau gimana cara untuk menuangkan ide-ide tersebut kedalam sebuah tulisan. Saat saya memulai tulisan, memulai mengetiknya kemudian berhenti untuk saya lihat, kadangkala ada rasa ketidakpuasan dan saya pun akhirnya memencet tombol backspace. Hilanglah tulisan tadi. Saya juga sering merasa ragu dengan penggunaan tanda baca seperti titik, koma, petik, de-el-el. Where should I put the comma? Should I end this sentence? Or shouldn’t I? Ditambah lagi dengan kekhawatiran mengenai sampai tidaknya ‘apa’ yang ada ‘dibalik’ tulisan-tulisan saya ke orang yang membaca. Will they, whose read my post, know what i’m trying to share through these words?

Pfftttt…is it very difficult for me to write?

Blogged with the Flock Browser

My Happy Saturday

Sabtu kemarin, saya sama nyokap dan adik saya, pergi ke Pacific Place.
Tujuan awalnya sih cuma mo nonton doang tapi teteup ya window shopping itu gak terpisahkan hehehe. Kami nonton Night At The Museum 2: The Battle of Smithsonian di Blitz. Buset Blitz PP mahal beut ya T_T. Abis IDR 165.000 buat nonton bertiga (@ IDR 55.000). Nah sebelum kita nonton, kita sempet liat-liat ke Kidzania soalnya adek saya kepengen maen disana tapi berhubung waktunya tinggal sejam lagi buat nonton ya jadi kita liat-liat aja. Umm sepi ya Kidzania-nya, padahal itu malem minggu loh. Abis dari sana, nyokap bilang mau makan, so I took them to Pancious Pancake. Saya pesen Oreo Cheese Pancake with Vanilla Ice Cream, nyokap pesen Blueberry Cheese Pancake with Vanilla Ice Cream. Hummmm nyammy!


Pancake di Pancious emang tobh! Bahkan nyokap aja, yang kurang suka makan di resto (katanya, “Makanan di restoran itu cuma menang di tempat doang! Rasanya mah kurang!),  bilang Pancake-nya enak banget! Si adek pesen Smoked Beef Fetucinne. Enak juga tuh fetucinne-nya, cuma katanya si adek, saus pasta-nya kurang. Pas kita makan, ada kata-kata nyokap yang lucu. Jadi kan kita pesen minumnya Ice Tea (soalnya bisa di-refill heuheueheu), nah pas si Ice Tea-nya ini dateng, nyokap kaget ngeliat gelasnya yang gede terus bilang, “Nis, aturan kita pesen Ice Tea nya satu aja, kita minumnya berdua.”. Hahahaha, plis deh maaaammmmmm….

Setelah kita selesai makan, kita langsung ke Blitz soalnya filmnya udah mau mulai. Filmnya tuh lucu. Kocak-kocak gimanaaa gituu. Hahahaha.

Not trying to be spolier, jadi ceritanya, si Larry (Ben Stiller) yang dulunya night guard sekarang udah jadi businessman yang sukses, tapi dia masih care sama Natural History Museum tempat dulu dia kerja. Nah si museum ini ceritanya direnovasi gitu, jadi sebagian wahana-nya (exhibit) mau di ’singkir’kan ke National Archives. Pada masi inget monyet yang tampar-tamparan sama Ben Stiller di film pertama kan? Si monyet ini mengambil tablet (tablet yang bisa menghidupkan semua wahana di museum di malam hari) milik Akhmenrah. Sementara di National Archieve ada wahana (patung lilin) Kahmenrah, kakaknya Akhmenrah yang berencana membawa pasukan dari neraka dengan menggunakan tablet itu. Nah disinilah dimulai petualangan semalam Larry Daley from Daley Devices dalam menyelamatkan sebagian exhibit yang dibawa ke National Archive a.k.a Smithsonian, yang ternyata adalah museum terbesar di Amerika. Kebayang kan kalo semua wahana yang ada di museum itu hidup?? Hahahaha…What a funny movie!
 
Kelar nonton film, kami jalan-jalan di PP. Ngeliat-liat tas, baju, sepatu, de-el-el. Di butik Guess, saya kaget lihat jam tangan yang memang sudah saya incar dari duluuu (baca: tahun lalu) harganya naik 300ribu! Huhuhuhu….gak ke-kumpul-kumpul nih kalo naik terus harganya! Tapi nyokap bilang, gak apa-apa kalo beli barang branded karena walaupun harganya mahal, barangnya awet. Iya sih, tapi gimana mau beli? Wong duitnya aja gak ada :(

Setelah itu kita berhenti di Samsung, sementara nyokap sama si adek ngeliat-liat TV, saya liat handphone. Ow, ow, ow…ada handphone keren banget tuhhhhhh! Ngiler saya ngeliatnya, apalagi setelah saya coba. Ngecesss. Asli dah tuh handphone keren beuuutttt. Samsung i900 a.k.a Omnia bener-bener menggoda iman saya! Walhasil, say bye-bye to BB, say halo to Omnia.

Mau tau specification dari si ganteng menawan hati, klik disini.

Dan jalan-jalan sabtu kemarin diakhiri dengan Small Sour Sally’s Fro-Yo with Longan as topping.

Wuenaaakkk tenaaannnnnnn.

I love my family & my happy saturday!

Blogged with the Flock Browser

Cin(T)a

Beberapa waktu yang lalu, teman saya pernah men-share sebuah link video dari YouTube. Videonya ternyata adalah trailer dari sebuah film lokal yang sepertinya belum beredar di bioskop. Ide cerita yang diangkat dari film ini tampaknya sangat umum dan sudah sangat sering diangkat, apalagi kalau bukan cinta. Yup, love is all around, hehehe. Tapi ide yang sangat umum tersebut menurut saya dikemas dengan tema yang lebih sensitif lagi, yaitu perbedaan agama, kultur dan budaya.

Hmmm, i think it’s gonna be a great local movie since local movies lately has been dominated by the same-very-boring genres, horror and erotic.

So what do you think?

This is the message that he had sent to me through facebook last night,

yang…

aku kangen masa-masa kita dahulu..

saat-saat aku mulai dekat karena kamu luka dan aku mengantar kamu ke borromeus

saat-saat aku baru beli hp cdma..dan kita jadi sering telpon-telponan..

saat aku mengantar brownies ke kosan kamu sehabis pulang KKN

saat aku nembak kamu di pukul 11.12 tgl 6 dec 2006.

saat-saat kita masih belum terbiasa pacaran dan terlihat kaku berdua

saat-saat kita masih sering berantem karena masalah yang kalo diingat sekarang bahkan sudah lupa

saat-saat aku bikin nangis kamu dan kamu juga sebaliknya..

saat-saat aku boncengin kamu dengan motor yamaha b6708eeq di malam hari yang dingin

apakah kamu masih ingat itu yang?

—————–

moga-moga masa depan kita bakal bareng terus ya seperti dulu, trus tinggal serumah, dikaruniai anak-anak yang lucu dan baik, dan dengan peliharaan kita hidup bahagia

amin.

All i can say is,

Amin and may Allah always bless our relationship.

Kesel deh saya!
Bayangin aja, seharian ini listrik di rumah saya tiga kali turun alias ngejepret! Hal ini terjadi bukan karena kesalahan PLN, tapi karena beban listrik di rumah saya yang berlebihan!
Kok bisa? Ya bisa karena di rumah saya menerima kos-kosan yang mana tiap penghuninya bebas membawa peralatan elektronik without any charge at all!
Baik ya ibu saya? Iya baiknya sama anak kosan! Tiap kali listrik turun, pasti saya yang disalahin. Gara-gara saya internetan seharian lah, gara-gara saya nonton tivi mulu lah. Hhhh.
Knapa bukan anak kosan si yg disalahin?? Jelas-jelas mereka itu yang make listrik ga kira-kira! Yang masang laptoplah, yang masang kipas anginlah, yang masang hair dryer, yang ini, yang itu!
Keseeeelll gara-gara listrik turun mulu!
Bete-bete-bete!

Dah ah, mendingan saya tidur aja..

Eniwei, gutnait ppl..

you know what?

i hate waiting!

d’Nasip

Huehehehe..
*ketawa dulu ah*

Aneh ya judul post ini? Apakah ada hubungannya dengan salah satu band top di Indonesia saat ini?
Yoa, pastinya ada hubungan dengan band tersebut. Band top, yang saat ini (mungkin) sedang berada di puncak belantika musik di Indonesia, yang ternyata most of their song are copy-cat dari lagu band-band luar.

Sedih ya?
Mengingat saya adalah salah satu (mantan) penggemar mereka. Gimana saya gak menggemari mereka wong lagu-lagu yang diciptakan dibajak sama mereka itu hampir tiap hari saya denger. Kalo gak di TV, di radio, dimana-mana lah. Dan yang bikin saya tambah sedih, they do not admit that they’ve copy those song! They said they were influenced by those bands such as Switchfoot, Muse, dll. They also said that it’s just their creativity. Those songs they’ve made before they entered the label and it’s just a coincidence that their songs look-a-like those well-known band’s songs.

A coincidence, huh??
Mmmhh…geez, saya agak bingung juga nih sama pernyataan mereka yang ini karena menurut sependengaran saya, yang orang awam ini, yang namanya kebetulan itu harusnya maksimal cuma satu lagu. Lha kok ini sampe delapan lagu?? bahkan hal ini sampai dibahas di wikipedia!
ckckckkck…

bagi yang mau lihat lagu apa aja yang dijiplak, silahkan klik disini.
all credit goes to kaskus.

Kenapa ya, saya gak bisa menambahkan Yahoo Pingbox ke dalam blog ini?

Anyone knows?

Pancaroba

Ternyata manusia itu (baca:saya) memang gak pernah ada puasnya. Kemaren-kemaren pas lagi jamannya lembur tiap hari, pulang paling cepet jam 10 malam, kerjaan lagi banyak-banyak-banyak banget nget nget, pengennya pulang cepet. Pengennya gak ada kerjaan. Pengennya bisa santai. Pengen pulang sebelum matahari terbenam.

Eh sekarang giliran udah santai, malah bingung mau ngapain. Kerjaan cuma facebook-an, ym-an, internetan dan hal-hal ga jelas lainnya (including daydreaming? hahaha enggaklah).

Mungkin, kalo menggunakan istilah musim, ini namanya musim pancaroba kali ya?

*masih belum terbiasa dengan perubahan yang amat drastis*

Buat Para Caleg

People killin People dyin
Children hurt and hear them cryin
Can you practice what you preach
Would you turn the other cheek

source: here

dedicated for those ‘caleg
jangan ‘omdo’ okehhh…’

Tulisan Sebelumnya »