Feeds:
Tulisan
Komentar

Apakah uang seribu rupiah saat ini sudah tidak berarti lagi?

Baru saja saya berdebat dengan tukang parkir di RSCM mengenai durasi parkir dan nominal yang harus saya bayar. Tarif parkir disana Rp 2000 untuk sejam pertama dan Rp 1000 untuk tiap jam selanjutnya. Saya masuk ke RSCM jam 6.10 kemudian keluar jam 7.05. Saat saya keluar dan menyerahkan karcis parkir ke tukang parkir inilah timbul permasalahan.

Tukang parkir bersikeras bahwa saya harus membayar seribu rupiah lagi, saya pun bertanya untuk apa, karena durasi saya parkir hanya 55 menit. Abang tukang parkir pun berkata bahwa saya parkir sampai sejam. Oke, kalaupun saya parkir SAMPAI SATU JAM, kan saya sudah membayar Rp 2000 pada saat saya masuk tadi, jadi untuk apa saya membayar lagi?
Sampai disitu si abang tukang parkir berkata,”Ya elah cuma serebu doang!”.

Astaghfirullah, betapa mudahnya si abang tukang parkir berkata seperti itu! Bagi saya yang menjadi masalah bukanlah uang seribunya, tapi bagaimana si abang itu meng-korupsi tarif parkir. Bisa dibayangkan, rumah sakit sebesar RSCM pasti dikunjungi banyak orang yang membawa kendaraan, berapa kali seribu rupiah yang di’korupsi’ oleh si abang tukang parkir?

Uang satu juta bukanlah satu juta jika kurang satu perak.

Apakah uang seribu rupiah saat ini sudah tidak berarti lagi?

Baru saja saya berdebat dengan tukang parkir di RSCM mengenai durasi parkir dan nominal yang harus saya bayar. Tarif parkir disana Rp 2000 untuk sejam pertama dan Rp 1000 untuk tiap jam selanjutnya. Saya masuk ke RSCM jam 6.10 kemudian keluar jam 7.05. Saat saya keluar dan menyerahkan karcis parkir ke tukang parkir inilah timbul permasalahan.

Tukang parkir bersikeras bahwa saya harus membayar seribu rupiah lagi, saya pun bertanya untuk apa, karena durasi saya parkir hanya 55 menit. Abang tukang parkir pun berkata bahwa saya parkir sampai sejam. Oke, kalaupun saya parkir SAMPAI SATU JAM, kan saya sudah membayar Rp 2000 pada saat saya masuk tadi, jadi untuk apa saya membayar lagi?
Sampai disitu si abang tukang parkir berkata,”Ya elah cuma serebu doang!”.

Astaghfirullah, betapa mudahnya si abang tukang parkir berkata seperti itu! Bagi saya yang menjadi masalah bukanlah uang seribunya, tapi bagaimana si abang itu meng-korupsi tarif parkir. Bisa dibayangkan, rumah sakit sebesar RSCM pasti dikunjungi banyak orang yang membawa kendaraan, berapa kali seribu rupiah yang di’korupsi’ oleh si abang tukang parkir?

Uang satu juta bukanlah satu juta jika kurang satu perak.

Saat demam-twitter melanda dunia maya, saya pun ikut terpengaruh dan ikut asyik tenggelam di dalamnya. Twitter yang hanya menyediaklan space sebanyak 140 karakter ternyata menimbulkan kecanduan tersendiri bagi banyak orang. Setelah friendster, kemudian facebook dilanjutkan dengan twitter.

Seperti yang dikatakan oleh @deelestari, pada dasarnya setiap orang ingin didengar. That’s what social networking stands for.

Bagi orang seperti saya yang lebih banyak menulis secara singkat, as you may see on my previous posts, 140 karakter lumayan mengakomodir apa yang ingin saya share di twitter. Walaupun kadangkala hal tersebut terasa sangat sedikit. Di twitter, anda dipersilahkan untuk mengupdate ataupun men-share what’s on your mind anytime. Tidak seperti di facebook, yang sepertinya jika anda mengupdate status setiap saat rasanya akan menimbulkan kejengahan bagi teman anda. You won’t remove your friend in facebook just because she update her status all the time, but you CAN unfollow your friend in twitter. Karena menurut saya, facebook itu lebih kepada ajang silaturahmi, sedangkan twitter itu memang dibuat bagi orang-orang yang hobi mengupdate status, menshare anything setiap saat. Just like me.

Tapi, kemudian timbul pertanyaan, apakah twitter dan social media lainnya memang adalah tempat bagi seseorang untuk menshare segalanya? Semuanya?
Kasus luna maya beserta prita mulyasari menyadarkan saya bahwa twitter beserta social media lainnya are not that free. Yes, people we are not that free to share what’s on our mind. Bukan, bukan karena pasal karet macam UU ITE no 11 tahun 2008 mengenai pencemaran nama baik melalui social media, melainkan karena anda tidak berada sendirian di dunia maya.

Ada beribu orang bahkan berjuta orang yang menggunakan social media macam twitter dan lainnya. You will never know who those guys are that follow you. Even when you set privacy with your account. Anda, saya, siapapun tidak akan pernah tahu siapa sesungguhnya orang yang mem-follow atau menjadi teman di social media tersebut.
Ada seorang teman saya yang telah mengalami hal ini. Katakanlah namanya, X. Si X ini meng-update status di account facebooknya dengan kalimat yang cukup kontroversial yang mana hal tersebut membawa dampak ke kehidupan nyata. He got fired from his office and become gossip among us. Padahal account facebooknya telah diset private only, yang mana hal ini berarti hanya orang-orang yang telah menjadi teman dalam friendlist nya sajalah yang bisa membaca update statusnya tersebut.
See? Even when you’ve set privacy to your account.

Kasus-kasus diatas memperlihatkan kepada saya bahwa ada hubungan antara dunia maya dengan dunia nyata. Bahkan di dunia maya ada etika-etika serta norma-norma yang harus dijalani. Jujur saya mendukung luna for what she did. Sebenarnya harus dilihat secara lebih mendalam lagi apa yang menyebabkan luna mengeluarkan kata-kata seperti itu. Tapi saya juga kurang setuju dengan kata-kata yang dia ucapkan. Well, in tweetverse people only see text without knowing what the context behind.

Apakah twitter dan social media lainnya telah menjadi ajang bagi seseorang untuk menciptakan alter-ego?
Apakah dunia nyata yang saat ini kita jalani telah menganut begitu banyak norma dan aturan yang menghalangi seseorang untuk mengeluarkan pendapatnya?
Saat seseorang tidak lagi mampu mengungkapkan apa yang ada di pikirannya di dunia nyata, apakah dunia maya menjadi tempat pelarian yang tak terjamah?

Nampaknya peribahasa mulutmu harimaumu tidak lagi berlaku saat ini. Yang berlaku adalah, keypadmu/keyboarmu harimaumu.
Hmmm hmmm.

Cinta Mati (sama MJ)

Saya lagi suka lagunya MJ (not Michael Jackson, it’s Mulan Jameela) yang judulnya Cinta Mati. Lagunya enakeun buat didengerin sambil nunggu busway ataupun buat nemenin internetan di kantor. Jari dan keyboard beradu sembari mengangguk-anggukan kepala hehehe.

Cinta matiiii harus dijaga sampai matiii
Jangan sampai ke lain hatiiii
Nanti jadinya patah hatiiiii

MJ rocks yea!
hahahhaha…

Blogged with the Flock Browser

Hari ini (17/07/09) kembali terjadi ledakan di Hotel JW Marriot dan Ritz-Carlton. ledakan tersebut (hingga saat ini pukul 10.21) memakan kurang lebih 10 korban yang kebanyakan WNA. Berbagai motif pun berkembang di internet. Mulai dari motif yang berhubungan dengan kedatangan Manchester United ke Indonesia sampai motif politik yang ingin mengganggu jalannya proses pemilihan presiden di Indonesia.
Well, jujur aja ya, ledakan ini bikin saya terkaget-kaget karena oh c’mooonnnn gak ada angin, gak ada hujan, tiba-tiba duaaarrrrrr!! Fyi, i’m not the victim nor witness, it’s just the explosion shocked me out! Ya iyalah, pas dateng ke kantor tadi pagi semua orang di kantor heboh ngebahas tentang ledakan ini. Saya kemudian berpikir bahwa saya aja, yang bukan korban/saksi mata, bisa kaget dan sedih kayak gini, gimana yang jadi korbannya ya? Duh pasti sakit dan sedih banget deh :(
Dan ledakan ini pastinya gak cuma memakan korban manusia dan materi aja, tapi juga membuat nama Indonesia kembali menjadi tercemar di mata dunia. Setelah berbagai travel warning dari banyak negara, saya rasa Indonesia akan kembali masuk ke daftar blacklist negara-negara tersebut. Ya Allah, kok jahat banget ya yang melakukan peledakan tersebut? Kenapa sih ga bisa ngebiarin Indonesia tenang-tenang aja? Tanpa bermaksud menuduh siapapun, saya cuma bisa bilang inilah contoh perbuatan orang yang tidak berpikir panjang. Selain itu, saya sangat amat berduka cita atas semua korban yang menderita akibat kejadian ini. My deepest sorry for all of you guys. Buat temen-temen di luar sana, yuk kita harumkan lagi nama Indonesia tercinta. Kita tunjukkin kepada pelaku peledakan bahwa Indonesia dan Jakarta gak akan ‘down’ hanya karena ulah mereka yang tidak bertanggung jawab!

Blogged with the Flock Browser

writing

Kadang-kadang saya iri dengan teman-teman saya sesama blogger yang dengan mudahnya meng-update blog mereka. Bukan, bukan karena saya tidak memiliki waktu luang yang banyak (i have a loooooottttt of spare time indeed), tapi lebih dikarenakan my inability to make new post. Saya tumpul *sigh*. Mandeg. Ga punya ide. Ga punya gagasan. Ga tau gimana cara memulai sebuah tulisan. Ga tau bagaimana cara melanjutkan sebuah tulisan. Ga tau bagaimana mengakhiri sebuah tulisan.

Kadang-kadang begitu banyak ide yang melintas, tapi saya ga tau gimana cara untuk menuangkan ide-ide tersebut kedalam sebuah tulisan. Saat saya memulai tulisan, memulai mengetiknya kemudian berhenti untuk saya lihat, kadangkala ada rasa ketidakpuasan dan saya pun akhirnya memencet tombol backspace. Hilanglah tulisan tadi. Saya juga sering merasa ragu dengan penggunaan tanda baca seperti titik, koma, petik, de-el-el. Where should I put the comma? Should I end this sentence? Or shouldn’t I? Ditambah lagi dengan kekhawatiran mengenai sampai tidaknya ‘apa’ yang ada ‘dibalik’ tulisan-tulisan saya ke orang yang membaca. Will they, whose read my post, know what i’m trying to share through these words?

Pfftttt…is it very difficult for me to write?

Blogged with the Flock Browser

My Happy Saturday

Sabtu kemarin, saya sama nyokap dan adik saya, pergi ke Pacific Place.
Tujuan awalnya sih cuma mo nonton doang tapi teteup ya window shopping itu gak terpisahkan hehehe. Kami nonton Night At The Museum 2: The Battle of Smithsonian di Blitz. Buset Blitz PP mahal beut ya T_T. Abis IDR 165.000 buat nonton bertiga (@ IDR 55.000). Nah sebelum kita nonton, kita sempet liat-liat ke Kidzania soalnya adek saya kepengen maen disana tapi berhubung waktunya tinggal sejam lagi buat nonton ya jadi kita liat-liat aja. Umm sepi ya Kidzania-nya, padahal itu malem minggu loh. Abis dari sana, nyokap bilang mau makan, so I took them to Pancious Pancake. Saya pesen Oreo Cheese Pancake with Vanilla Ice Cream, nyokap pesen Blueberry Cheese Pancake with Vanilla Ice Cream. Hummmm nyammy!


Pancake di Pancious emang tobh! Bahkan nyokap aja, yang kurang suka makan di resto (katanya, “Makanan di restoran itu cuma menang di tempat doang! Rasanya mah kurang!),  bilang Pancake-nya enak banget! Si adek pesen Smoked Beef Fetucinne. Enak juga tuh fetucinne-nya, cuma katanya si adek, saus pasta-nya kurang. Pas kita makan, ada kata-kata nyokap yang lucu. Jadi kan kita pesen minumnya Ice Tea (soalnya bisa di-refill heuheueheu), nah pas si Ice Tea-nya ini dateng, nyokap kaget ngeliat gelasnya yang gede terus bilang, “Nis, aturan kita pesen Ice Tea nya satu aja, kita minumnya berdua.”. Hahahaha, plis deh maaaammmmmm….

Setelah kita selesai makan, kita langsung ke Blitz soalnya filmnya udah mau mulai. Filmnya tuh lucu. Kocak-kocak gimanaaa gituu. Hahahaha.

Not trying to be spolier, jadi ceritanya, si Larry (Ben Stiller) yang dulunya night guard sekarang udah jadi businessman yang sukses, tapi dia masih care sama Natural History Museum tempat dulu dia kerja. Nah si museum ini ceritanya direnovasi gitu, jadi sebagian wahana-nya (exhibit) mau di ’singkir’kan ke National Archives. Pada masi inget monyet yang tampar-tamparan sama Ben Stiller di film pertama kan? Si monyet ini mengambil tablet (tablet yang bisa menghidupkan semua wahana di museum di malam hari) milik Akhmenrah. Sementara di National Archieve ada wahana (patung lilin) Kahmenrah, kakaknya Akhmenrah yang berencana membawa pasukan dari neraka dengan menggunakan tablet itu. Nah disinilah dimulai petualangan semalam Larry Daley from Daley Devices dalam menyelamatkan sebagian exhibit yang dibawa ke National Archive a.k.a Smithsonian, yang ternyata adalah museum terbesar di Amerika. Kebayang kan kalo semua wahana yang ada di museum itu hidup?? Hahahaha…What a funny movie!
 
Kelar nonton film, kami jalan-jalan di PP. Ngeliat-liat tas, baju, sepatu, de-el-el. Di butik Guess, saya kaget lihat jam tangan yang memang sudah saya incar dari duluuu (baca: tahun lalu) harganya naik 300ribu! Huhuhuhu….gak ke-kumpul-kumpul nih kalo naik terus harganya! Tapi nyokap bilang, gak apa-apa kalo beli barang branded karena walaupun harganya mahal, barangnya awet. Iya sih, tapi gimana mau beli? Wong duitnya aja gak ada :(

Setelah itu kita berhenti di Samsung, sementara nyokap sama si adek ngeliat-liat TV, saya liat handphone. Ow, ow, ow…ada handphone keren banget tuhhhhhh! Ngiler saya ngeliatnya, apalagi setelah saya coba. Ngecesss. Asli dah tuh handphone keren beuuutttt. Samsung i900 a.k.a Omnia bener-bener menggoda iman saya! Walhasil, say bye-bye to BB, say halo to Omnia.

Mau tau specification dari si ganteng menawan hati, klik disini.

Dan jalan-jalan sabtu kemarin diakhiri dengan Small Sour Sally’s Fro-Yo with Longan as topping.

Wuenaaakkk tenaaannnnnnn.

I love my family & my happy saturday!

Blogged with the Flock Browser

Cin(T)a

Beberapa waktu yang lalu, teman saya pernah men-share sebuah link video dari YouTube. Videonya ternyata adalah trailer dari sebuah film lokal yang sepertinya belum beredar di bioskop. Ide cerita yang diangkat dari film ini tampaknya sangat umum dan sudah sangat sering diangkat, apalagi kalau bukan cinta. Yup, love is all around, hehehe. Tapi ide yang sangat umum tersebut menurut saya dikemas dengan tema yang lebih sensitif lagi, yaitu perbedaan agama, kultur dan budaya.

Hmmm, i think it’s gonna be a great local movie since local movies lately has been dominated by the same-very-boring genres, horror and erotic.

So what do you think?

This is the message that he had sent to me through facebook last night,

yang…

aku kangen masa-masa kita dahulu..

saat-saat aku mulai dekat karena kamu luka dan aku mengantar kamu ke borromeus

saat-saat aku baru beli hp cdma..dan kita jadi sering telpon-telponan..

saat aku mengantar brownies ke kosan kamu sehabis pulang KKN

saat aku nembak kamu di pukul 11.12 tgl 6 dec 2006.

saat-saat kita masih belum terbiasa pacaran dan terlihat kaku berdua

saat-saat kita masih sering berantem karena masalah yang kalo diingat sekarang bahkan sudah lupa

saat-saat aku bikin nangis kamu dan kamu juga sebaliknya..

saat-saat aku boncengin kamu dengan motor yamaha b6708eeq di malam hari yang dingin

apakah kamu masih ingat itu yang?

—————–

moga-moga masa depan kita bakal bareng terus ya seperti dulu, trus tinggal serumah, dikaruniai anak-anak yang lucu dan baik, dan dengan peliharaan kita hidup bahagia

amin.

All i can say is,

Amin and may Allah always bless our relationship.

Kesel deh saya!
Bayangin aja, seharian ini listrik di rumah saya tiga kali turun alias ngejepret! Hal ini terjadi bukan karena kesalahan PLN, tapi karena beban listrik di rumah saya yang berlebihan!
Kok bisa? Ya bisa karena di rumah saya menerima kos-kosan yang mana tiap penghuninya bebas membawa peralatan elektronik without any charge at all!
Baik ya ibu saya? Iya baiknya sama anak kosan! Tiap kali listrik turun, pasti saya yang disalahin. Gara-gara saya internetan seharian lah, gara-gara saya nonton tivi mulu lah. Hhhh.
Knapa bukan anak kosan si yg disalahin?? Jelas-jelas mereka itu yang make listrik ga kira-kira! Yang masang laptoplah, yang masang kipas anginlah, yang masang hair dryer, yang ini, yang itu!
Keseeeelll gara-gara listrik turun mulu!
Bete-bete-bete!

Dah ah, mendingan saya tidur aja..

Eniwei, gutnait ppl..

Tulisan Sebelumnya »