
Hari ini saya menghabiskan waktu dengan sesosok manusia yang sangat mengerti diri saya, yang sudah sangat lama tidak saya ajak berkencan. Sosok itu adalah diri saya sendiri
Sebenarnya ‘me-time‘ hari ini tidak direncanakan. Saya mengawali hari ini dengan pergi ke Rumah Sakit Gigi & Mulut FKG UI yang terletak di daerah Salemba. Ini memang sudah saya rencanakan dari jauh hari mengingat saya tidak mungkin pergi kesana di hari kerja. Ternyata oh ternyata dokter gigi spesialis ortho yang ingin saya temui sedang tidak praktek hari ini karena berada di luar kota. Karena sudah terlanjur datang dan tidak mau pulang dengan tangan hampa, saya bertanya kepada bagian resepsionis mengenai jadwal praktek si dokter dan juga perkiraan biaya pemasangan behel permanen disana. Menurut bagian resepsionis disana, untuk konsultasi awal biasanya dilakukan di hari rabu, sementara hari sabtu khusus untuk kontrol. Itupun harus dengan perjanjian sebelumnya. Setelah mengecek jadwal (berasa orang sibuk), saya memutuskan untuk membuat janji konsultasi hari rabu tanggal 20 Juli. Yah semoga gak lupa dan gak macet jalanan pulang kantornya.
Setelah urusan membuat janji dengan si dokter gigi selesai, saya bingung mau kemana lagi. Nentuin mau kemana aja pake bingung, gimana nentuin yang lain ya? Hahaha. Kemana kaki melangkah saja deh. Dan kaki saya melangkah ke 7-11 matraman yang letaknya tidak begitu jauh dari RSGM. Woohoo, gahul banget ya saya! Gak juga sih, wong disana juga cuma sebentar. Mau beli slurpee juga lagi batuk.
Selama berkeliling diantara rak snack saya menghubungi beberapa teman saya, @gelaph dan @milsq, mengajak mereka main bareng. Sayangnya mereka sudah ada acara masing-masing. Ya sudahlah ya, toh saya ketemu mereka tiap hari, masa weekend mau ketemu mereka lagi?
)
Akhirnya kaki saya melangkah keluar dari 7-11 menuju tempat menghabiskan waktu selanjutnya, Gramedia matraman. Rasanya sudah lama sekali saya tidak datang ke toko buku yang satu ini. Padahal jaman SMA dulu, tempat ini adalah salah satu tempat tongkrongan saya. Geek banget yah nongkrongnya di toko buku, hahaha! Alasan utamanya sih baca komik gratisan berjam-jam sampe diusir secara halus sama mbak-mbak atau mas-mas yang lagi jaga dengan cara pura-pura beresin komik di rak. Kalau engga, yang lagi baca sambil jongkok pasti disuruh berdiri, terus diliatin dengan tatapan membunuh. Tapi emang dasar dulu saya dan temen-temen saya agak ndablek, jadi aja kita jongkok lagi begitu si mbak/mas nya gak ngeliat. Dodol ya?
Sensasi berada di toko buku itu memang beda. Buat saya sih menyenangkan. Beda rasanya beli buku langsung di toko buku dengan beli di web. Ya sih harga di web lebih murah, tapi perasaan mencari buku yang worth-to-buy dengan berkeliling. Melihat covernya kemudian membalik untuk membaca resensi atau rekomendasi orang atas buku tersebut di back cover nya. Lalu timbul perasaan bimbang ‘beli-engga-beli-engga‘. Yang diakhiri dengan memutuskan untuk membeli dan membayar buku tersebut di kasir. Tak tergantikan.
Dan hari ini saya sukses membeli dua buah buku, Kedai 1001 Mimpi karya @vabyo dan Madre karya @deelestari.
Tanpa sadar waktu, perut saya mulai mengeluarkan bunyi-bunyian. Lapar. Lagi-lagi saya bingung, makan dimana ya? Pengen makan di tempat yang enak buat baca ber-jam-jam dan wi-fi gratis. Ya sebenernya ada banyak tempat yang menawarkan fasilitas seperti itu. Starbucks langsung terlintas di otak saya. Sayangnya starbucks tidak menyediakan menu makan siang. Tapi saya sudah bisa membayangkan diri saya duduk di salah satu sofa dengan earphone terpasang di telinga dan tangan saya menggenggam salah satu buku yang baru saja saya beli sementara mata saya asyik membaca isinya. Ditemani dengan segelas minuman favorit saya, Ice Blended Greentea Frappucino with extra Caramel Sauce. Hmmm….undescribable. Agak bandel sih ya lagi batuk pengen minum yang dingin tapi bodo amat hihihi.
Pokoknya harus ke starbucks!
Starbucks mana yang disekitarnya ada tempat makan? Oke pilihannya ada dua, Setiabudi Building atau Citywalk. Pilihannya jatuh kepada Citywalk mengingat saya akan menggunakan busway.
Karena sudah malas berpikir, saya langsung ke Solaria dan memesan I Fu Mie dan teh panas manis sesampainya saya disana. Sekedar sharing saja, pelayanan Solaria Citywalk memang tidak pernah berubah. Buruk. Tadi pelayannya yang berstatus trainee nyaris menumpahkan I Fu Mie pesanan saya. Ugh. Rasanya saya ingin segera menyelesaikan makan dan pergi dari situ.
Akhirnya sampailah saya di tempat tujuan terakhir saya hari ini. Starbucks! I am ready for good beverage, good read, good music and good ambience. Sayangnya saat saya mengeluarkan handphone ternyata baterenya tinggal 4% dan bodohnya saya lupa membawa charger! Tapi tidak ada yang boleh merusak kencan saya hari ini. Dengan sedikit menebalkan muka saya yang sudah tebal, saya meminjam charger ke salah satu barista disana. Alhamdulillah ada yang bersedia meminjamkan chargernya ke saya. Thank you ya mas-barista-bertampang-lumayan-cakep!
Jadi disitulah saya. Menghabiskan sabtu sore yang cukup sejuk.
Menikmati tiap teguk minuman favorit.
Tiap halaman buku.
Tiap alunan lagu.
Bersama diri saya sendiri