Ujian Kesetiaan Versi Cewek dan Cowok

Barusan banget, salah seorang senior di kampus, @andhikaakbar, nge-tweet bahwa kata orang, cowok diuji kesetiannya saat sedang “berjaya“, sementara cewek diuji kesetiaannya saat cowoknya lagi “jatuh“.

Gw setuju banget sama statement diatas.

Cowok itu semakin banyak godaan dan ujian saat dia sudah mencapai puncak kesuksesan hidupnya alias udah mapan. Yah gak usah sampai puncaknya juga godaannya udah banyak. Harta, tahta dan wanita. Katanya sih karena cowok itu selalu mencari tantangan. Hmmm, alasaaaannn! Hahaha.

Ada temen cowo gw yang bilang kalo hidupnya udah mapan maka gak ada lagi tantangannya. Gak ada adrenalinne rush-nya. Gw sih cuma ketawa miris aja.

Padahal saat si cowok udah mapan, harusnya dia inget “perjalanannya“ dalam mencapai kemapanan. Pasti ada orang-orang yang ada disamping dia, terutama pasangannya. Kesel sama cowok yang gak menghargai kesetiaan pasangannya saat dia masih dalam “perjalanannya“. Ibaratnya habis manis sepah dibuang.

Gw suka sedih kalo denger cerita tentang keluarga yang tiba-tiba hancur padahal dari luarnya kelihatan sebagai keluarga sempurna. Kemudian dapet kabar kalo ternyata cowoknya selingkuh atau bahkan sudah mempunyai istri baru sebelum bercerai. Kalo engga, dapet kabar cowoknya ditangkep polisi karena korupsi dan lain sebagainya. Miris dan sedih :‘(

Lain halnya dengan cewek. Cewek itu justru diuji kesetiannya saat pasangannya lagi “jatuh“. Apakah si cewek ini sabar dan selalu setia untuk tetap berada di samping pasangannya? Apakah si cewek ini bisa memberikan support dalam bentuk apapun bagi pasangannya? Apakah si cewek ini tidak akan tergoda dan tidak akan meninggalkan pasangannya yang sedang terpuruk?

Karena, jujur aja, sebagai cewek pasti yang namanya kemapanan itu godaan yang sangat besar ditengah-tengah keterpurukan. Apalagi misalnya ada cowok lain yang bisa mengiming-imingi kemapanan tanpa perlu kesusahan, pasti cewek yang gak tahan godaan dan gak tahan banting bakal meninggalkan pasangannya tanpa mikir dua kali.

Buat gw, cowok dan cewek yang gak tahan godaan kayak gitu sih keterlaluan banget! Gak bisa menghargai “perjalanan“ yang sudah dilalui bersama dan buat yang sudah menikah artinya gak menghargai janji pernikahan yang dibuat dihadapan Allah SWT.

Hmmm, jadi inget kisahnya Nabi Ayub A.S yang istrinya dengan sabar dan tetap setia mendampingi beliau saat diberi ujian oleh Allah SWT. Meminjam istilahnya syahrini, Subhanallah banget, ya!

Dan semoga gw sebagai cewek bisa meneladani ketabahan serta kesetiaan istri Nabi Ayub A.S dan nyokap gw yang setia merawat bokap selama kurang lebih lima tahun saat sakit. Amiiiin.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.