Demi wanginya bunga yang mengembang sore ini, aku ingin mencium baumu walau sedetik.
Dalam sunyinya waktu syuruq, aku ingin menjadi yang tergaduh dalam sepi.
Oh, sang pencuri waktu yang berputar demi masa yang tak pernah terhenti,
Tidak kah kau ingin hentikan jari-jemari yang terus menari?
Terbangkan aku bersama kupu-kupu yang bermain dalam perutku,
Kemudian hempaskan aku perlahan diatas peraduan teraman dalam genggaman.
Bukan obat yang kubutuh.
Cinta hangat yang tak rapuh.
Apakah kau rasa yang sama?
Ataukah itu hanya khayal belaka?